Bayi Kuning

Bayi Kuning sesaat setelah dilahirkan kadang bisa terjadi . Ibu sering khawatir saat bayinya kuning saat pulang di rumah setelah bersalin. Bayi  akan terlihat kekuningan disekitar kulit tubuhnya . Bayi kuning adalah suatu gejala alami. Hal ini disebabkan karena terjadi pemecahan / penghancuran sel-sel darah merah janin yang dulunya berkarya sewaktu bayi dalam rahim. Diluar rahim , sel-sel darah merah ini tidak berfungsi lagi sehingga harus dihancurkan dan dibuang saja. Kemudian tubuh bayi diluar rahim membuat sel-sel darah merah yang baru, yang sesuai dengan tugasnya diluar rahim.

Dalam proses penghancuran sel darah merah janin , keluar zat-zat kuning ( bilurubin ) yang mengakibatkan kulit anak terlihat kuning dengan beragam reaksinya. Ada yang cepat membuangnya ( melaui kencing dan pup ) , ada yang lebih lambat dan menimbunnya lebih lama. Tergantung dari kondisi inilah maka reaksi dan derajat kuning pada bayi bervariasi. Bila bayi kuning , anda tidak perlu panik . Berpeganglah pada keyakinan bahwa anak sanggup mengelola gejala kuning dengan baik. Berilah Air Susu Ibu yang alami sesuai dengan kondisi tubuh anak sehingga anak mudah mencernanya dan mendapatkan manfaat maksimal ASI. Jemurlah bayi anda saat pagi kira-kira 10-15 menit untuk memperoleh sinar dan dihangati. Lakukan saat pagi hari kira-kira jam 7 dengan menghindar dari angin langsung. Bukalah bajunya bila perlu agar terkena sinar matahari langsung. Lalu bagaimana bila bila anda berada di tempat yang mendung terus. Posisikan anak anda seolah dalam kandungan . Dekap dan rangkul erat . Hangatkan tubuh anak dengan membuat kontak langsung tubuh ibu dengan anak seolah masih dalam kandungan. Gendonglah anak didalam baju Ibu agar kulit ibu menyentuh kulit anak.

Kalau tanda-tanda perubahan yang lebih baik tidak ada , bahkan keadaan kuning anak semakin hebat . Daya hisap menurun, wajah menjadi layu dan naluri ibu mengatakan ada yang salah segera bawa ke dokter anak anda. Dokter akan melakukan diagnosis medis dan memberi saran untuk pemulihannya.

1 komentar: